http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/issue/feedJurnal Abdimas Gorontalo (JAG)2025-12-11T05:48:16+00:00Nursetia Watitia@poligon.ac.idOpen Journal Systems<div style="text-align: Justify;">Jurnal Abdimas Gorontalo adalah jurnal ilmiah tentang diseminasi hasil-hasil penelitian yang dilanjutkan dengan pengabdian masyarakat, dalam bidang rekayasa teknologi pengolahan pangan dan pakan, rekayasa mesin peralatan pertanian dan rekayasa bidang telematika. Terbit pertama kali pada tahun 2018 dengan frekuensi dua kali setahun pada bulan Mei dan November dan terbit secara online</div>http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1433MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI LOMBOK TIMUR2025-11-24T07:14:54+00:00Victoria K. Priyambodopriyambodo.victoria@unram.ac.idTri Hananitrihanani@unram.ac.idWulandari Agustiningsihwulandari.agustiningsih@staff.unram.ac.idNadia Nuril Ferdausnadianurilf@unram.ac.idNovia RizkiNoviarizki@unram.ac.idYasifa Huyasinyasifahysn@gmail.com<p>Pengangguran adalah masalah yang dapat dialami oleh seluruh negara naik terutama pada negara berkembang seperti Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi pengangguran di antaranya adalah menumbuhkan wirausaha melalui pelatihan. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar, motivasi, dan keterampilan tambahan yang mumpuni bagi siswa SMK di Lombok Timur khususnya SMKN 2 Selong untuk memulai kegiatan usaha. Metode yang digunakan adalah pemberian materi kewirausahaan yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan hias mahar. Kegiatan berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dan mendapatkan antusias dari peserta. Pihak Sekolah sangat berharap kegiatan serupa diadakan kembali di sekolah mereka.</p>2025-11-21T05:28:51+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1445PENINGKATAN PENGETAHUAN STUNTING SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) PADUKUHAN SAMBEN, KABUPATEN BANTUL PERIODE FEBRUARI 20252025-11-24T07:34:03+00:00Azah Rotul Auliyaazahrotulauliya@almaata.ac.idWahyu Yuliana Solikahwahyu.ys@almaata.ac.idDira Triandadiratrianda@almaata.ac.idMuhammad Yusuf Pratamamuhammadyusufpratama@almaata.ac.idLidia Nur Ainilidianuraini@almaata.ac.idJulia Karniajuliakarnia@almaata.ac.idImroatus Sholihahimroatussholiha@almaata.ac.idSunanan Al-Ulyasunananalulya@almaata.ac.idFatimah Ananda Permadanifatimahanandapermadani@almaata.ac.idDzikrulloh Dzikrullohdzikrulloh@almaata.ac.idMuhammad Akhsin Yasronimuhammadakhsinyasroni@almaata.ac.id<p>Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang masih menjadi perhatian di Indonesia, dengan prevalensi yang cukup tinggi dibandingkan negara-negara tetangga. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting, termasuk melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) dan pasangan usia subur (PUS) mengenai stunting sebagai salah satu bentuk pencegahan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan pendekatan edukasi berbasis pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan di Padukuhan Samben, Kalurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, pada Februari 2025. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi, yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai hasil post-test dengan rata-rata nilai 100/100. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting. Diperlukan strategi berkelanjutan, termasuk keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk mendukung upaya ini secara efektif.</p>2025-11-21T05:30:01+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1495EDUKASI PENGGUNAAN APD UNTUK PENINGKATAN KINERJA UMKM PERALATAN DAPUR DI SIDOARJO2025-11-24T11:06:41+00:00Taqwanur Taqwanurtaqwanur.tin@unusida.ac.idNafia Ilhama Qurratu’aininafiailhamaqurratuaini@unusida.ac.idAhmad Khoir Alhaqahmadkhoiralhaq@unusida.ac.idAisyah Widayanaisyahwidayan@unusida.ac.idM. Arya Irsya Daniaryaisyadani@unusida.ac.idA. Khulaifi Azzainkhulaifiazzain@unusida.ac.id<p>Usaha kesehatan dan keselamatan kerja dapat dikatakan sebagai kondisi dan upaya yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang terjadi saat bekerja. Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini mengembangkan pemahaman dan kepedulian penggunaan alat pelindung diri (APD) di ranah industri rumah tangga Desa Kebakalan, Sidoarjo, Jawa Timur sehingga mendorong peningkatan kinerja. Metode pada kegiatan ini diawali dengan observasi tempat kerja, wawancara tenaga kerja, sosialisasi pengetahuan APD, pengadaan dan pemberian APD, serta dilanjutkan dengan pendampingan dalam penerapan APD secara langsung pada industri rumah tangga. Pelaksanaan sosialisasi menggunakan media PowerPoint, disertai penilaian terhadap pengetahuan awal dan pengetahuan akhir <em>(pre-test dan post-test).</em> Hasil edukasi dan sosialisasi ini mengindikasikan peningkatan yang lebih baik, ditunjukkan melalui peningkatan pemahaman materi sebesar 18,9%. Pemilihan sarung tangan anti gores dapat meningkatkan kinerja pekerja Mesin Roll karena umur pemakaian 6 kali lebih lama. Edukasi dan sosialisasi penggunaan APD untuk meningkatkan kinerja terbukti efektif untuk memperkuat pemahaman mengenai APD dan tingkat kepedulian terhadap APD saat bekerja pada industri rumah tangga.</p>2025-11-21T05:31:10+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1430PEMBERDAYAAN WANITA TANI : PENGOLAHAN MINUMAN HERBAL TRADISIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI GUWOSARI, BANTUL2025-11-25T07:19:13+00:00Sri Harti Widyastutisriharti@uny.ac.idAvi Meilawatiavimeilawati@uny.ac.idTyas Gita Atibratatyasgitaatibrata@uny.ac.idRozanah Katrina Herdakatrinaherda@uny.ac.idFitri Rahmawatifitri_rahmawati@uny.ac.idEni Juniastutienijuniastuti@uny.ac.id<p>Artikel ini membahas pentingnya pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Guwosari, Bantul, melalui pengolahan minuman herbal tradisional berbasis kearifan lokal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengolah empon-empon menjadi produk minuman tradisional herbal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi di pasar. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 100 orang anggota KWT di Guwosari, Bantul. Dengan mengembangkan keterampilan ini, diharapkan para wanita tani dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh leluhur mereka. Melalui pelatihan yang intensif, peserta belajar cara mengolah bahan-bahan alami menjadi produk yang bernilai ekonomis dan memiliki potensi untuk berniaga. Hasil dari program ini terlihat dari respon peserta yang positif dan merasa bahwa bahwa materi yang dibahas sangat relevan dengan kebutuhan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan keterampilan atau pengetahuan.</p>2025-11-21T05:32:14+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1512PEMBERDAYAAN WANITA TANI MELALUI DIVERSIFIKASI VCO MENJADI PRODUK BODY CARE DAN HAIR CARE BERBASIS SMART PACKAGING DENGAN DUKUNGAN TEKNOLOGI DIGITAL2025-11-24T13:27:38+00:00Fitri Fitrifitri.agri@unsulbar.ac.idAndi Marlisa Bossa Samangandimarlisa.bossasamang@unsulbar.ac.idMusyrifah Musyrifahmusyrifah@unsulbar.ac.id<p>Desa Katumbangan merupakan salah satu sentra produksi kelapa di Kabupaten Polewali Mandar. Minimnya inovasi dan keterampilan pengolahan menyebabkan rendahnya nilai tambah produk serta keterbatasan peluang ekonomi masyarakat setempat, khususnya bagi kelompok perempuan. Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya kegiatan pengabdian yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil kelapa menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi dengan dukungan teknologi digital. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari di Desa Katumbangan, Kabupaten Polewali Mandar, melalui diversifikasi produk Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi sabun dan sampo batang berbasis kemasan ramah lingkungan dengan konsep smart packaging serta dukungan teknologi digital. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik produksi, perancangan kemasan, pemasaran digital, hingga pendampingan pengelolaan website. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan mitra yang diukur melalui pre-test dan post-test, dengan capaian ≥70% di semua aspek. Mitra mampu menghasilkan dua produk turunan VCO (sabun dan sampo) dengan varian kopi dan sereh, menggunakan kemasan berbasis besek bambu dan QR code, serta mengoperasikan media sosial dan website <em>lestarikatumbangan.com</em> sebagai etalase digital.</p>2025-11-21T05:33:27+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1513TRANSFER TEKNOLOGI BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK FUNGSIONAL2025-11-24T13:53:48+00:00Nurmaranti Alimnurmaranti.alim@unsulbar.ac.idMargaretha Hanna Tiffanimargaretha.hannatiffany@unsulbar.ac.idFitri Fitrifitri.agri@unsulbar.ac.id<p>Pengelolaan limbah minyak jelantah rumah tangga masih menjadi permasalahan lingkungan karena sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari tanah maupun saluran air. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk mentransfer teknologi sederhana berbasis lingkungan dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk fungsional berupa sabun cuci piring, sehingga selain mengurangi pencemaran, juga memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung terciptanya pola hidup yang lebih ramah lingkungan di masyarakat. Program dilaksanakan bersama ibu-ibu Majelis Taklim An-Nur Mudzakkirin di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif dalam seluruh tahapan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, edukasi lingkungan, sosialisasi dampak kesehatan minyak jelantah, serta pelatihan pembuatan sabun cair melalui praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, mendorong perubahan perilaku, serta membuka peluang usaha rumah tangga berbasis pengolahan limbah. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>2025-11-21T05:34:35+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1479DAUR ULANG LIMBAH TANDAN KOSONG (TANKOS) DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENSTIMULASI DAN KEWIRAUSAHAAN BAGI PARA PETANI LANGGAM2025-11-24T14:01:07+00:00Siti Dinar Rezki Ramadhanidinar@itp2i-yap.ac.idRiri Nasirlyririnasirly@gmail.comWidya Lailawidyalaila@gmail.comFadli Arsifadliarsi@gmail.comNuraini Rahmadnurainirahmad@gmail.comTengku Indira Larasatitengkuindiralarasati@gmail.comWinda Hermanwindaherman@gmail.comRohatul Qolbyrohatulqolby@gmail.comMuhammad Fitri Budi Utomomuhammadfitribudiutomo@gmail.com<p>Limbah Tankos atau Tandan Kosong dari kelapa sawit adalah satu jenis limbah padat dari kelapa sawit, jumlahnya terus meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas produksi CPO. Setelah menjadi CPO sebagai bahan baku, kemudian CPO disimpan dalam tangki-tangki timbun sebelum siolah menjadi produk turunan (Mulyadi <em>et al.</em>, 2023). Setiap proses produksi CPO tidak terlepas dari limbah terutama limbah tandan kosong (tankos). Menurut (Septiawan <em>et al</em>., 2014) strategi penghematan pupuk kimia dan perbaikan berkelanjutan dengan pemanfaatan limbah padat dan pengurangan limbah B3. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penumpukan limbah padat pada pabrik CPO, penurunan estetika lingkungan, dan dampak negatif terhadap kesehatan serta lingkungan akibat pengelolaan yang tidak tepat, seperti pembakaran tangkos yang menyebabkan polusi udara dan kontribusi pada pemanasan global. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya pengetahuan mengenai alternatif pengolahan tangkos sering kali di biarkan begitu saja. Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya pengetahuan mengenai alternatif pengolahan limbah tangkos memperparah situasi ini. Mengatasi permasalahan tersebut, program pelatihan dan pendampingan daur ulang tangkos menjadi pupuk organik merupakan solusi inovatif yang mudah dilakukan. Tujuan program ini mengintegrasikan edukasi lingkungan, pelatihan teknologi tepat guna, dan pengembangan kreativitas serta kewirausahaan. Kegiatan ini melibatkan warga desa Padang Luas, Langgam sebagai target utama dengan pendekatan berbasis partisipatif dan praktik langsung. Metode pelaksanaan kegiatan memiliki beberapa tahapan antara lain: Tahap sosialisasi dan penyuluhan, Tahap pelaksanaan pembuatan kompos tangkos dan Tahap refleksi kegiatan.</p>2025-11-21T05:35:41+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1521PELATIHAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH BAGI MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN DI UPTD SMP NEGERI 9 MARUSU2025-11-24T14:20:08+00:00Supriadi Torrosupriaditorro@gmail.comHenri Henrihenri@unm.ac.idA. Noer Chalifah Ramadhanyanoerchalifahramadhany@gmail.comParham Taufikparhamtaufik@gmail.comTiara Nur’ainitiaranuraini@gmail.com<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para stakeholder di UPTD SMP Negeri 9 Marusu dalam menerapkan prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru dan kepala sekolah terhadap konsep dan implementasi MBS, yang berdampak pada lemahnya pengelolaan sumber daya serta minimnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion), demonstrasi, serta praktik langsung (learning by doing) dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep MBS dan penerapannya dalam konteks manajerial sekolah. Keterampilan peserta dalam perencanaan partisipatif dan pelibatan komite sekolah mengalami peningkatan yang nyata. Kepala sekolah memperoleh peningkatan kapasitas kepemimpinan yang lebih transformatif, sementara guru mulai mengimplementasikan strategi pembelajaran aktif dan kreatif (PAKEM). Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana pendukung dan waktu pelaksanaan. Meskipun demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kolaborasi antar-stakeholder serta mendorong terwujudnya tata kelola sekolah yang lebih mandiri, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah.</p>2025-11-21T05:36:38+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1498SOSIALISASI DAN EDUKASI KEAMANAN DATA PRIBADI DI ERA DIGITAL PADA IKATAN GURU TK MASYTHOH KECAMATAN SOKARAJA2025-11-25T04:04:18+00:00Siti Nasirohsitinasiroh@unperba.ac.idAyu Sitaniniayusitanini@gmail.comSiska Irma Budiantisiskairmabudianti@gmail.comAdelia Putri Maharaniadeliaputrimaharani@gmail.comPuji Wahyu Safitripujiwahyusafitri@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital yang pesat memberikan kemudahan dalam mengelola informasi, namun juga membawa risiko serius terkait kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi. Guru, sebagai pendidik generasi muda, harus memahami pentingnya melindungi data pribadi—baik milik mereka sendiri maupun milik siswa mereka. Kegiatan layanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran akan perlindungan data pribadi di kalangan anggota Asosiasi Guru Taman Kanak-Kanak Masythoh di Kabupaten Banyumas, Kecamatan Sokaraja. Metode yang diterapkan meliputi sesi sosialisasi, workshop interaktif, distribusi modul pembelajaran digital, dan penyediaan panduan praktis tentang penggunaan teknologi yang aman. Sebanyak 50 guru mengikuti program ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru tentang ancaman digital, dengan skor pengetahuan rata-rata naik dari 47% (pra-tes) menjadi 83% (pasca-tes). Selain itu, 86% peserta berhasil menunjukkan penerapan praktik digital yang aman, seperti penggunaan kata sandi yang kuat, mengaktifkan otentikasi dua faktor, dan mengelola data siswa dengan aman. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam keamanan digital tetapi juga menumbuhkan budaya kesadaran perlindungan data di lembaga pendidikan anak usia dini. Dampak keseluruhan adalah terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang lebih aman dan pemberdayaan guru sebagai agen literasi data di komunitas mereka.</p>2025-11-21T05:37:42+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1488PEMBERDAYAAN UMKM SUB SEKTOR KULINER BERBASIS MANAJEMEN KEUANGAN BERKELANJUTAN PADA ASPEK AKUNTANSI, DESAIN KEMASAN, INFRASTRUKTUR PASAR DAN SUMBER DAYA MANUSIA2025-11-24T15:00:46+00:00Edi Yantoedi.yanto@stiemujahidin.ac.idRendy Aziz Syahputrarendyazizsyahputra@gmail.comAbd. Muzakkirabd.muzakkir@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sub sektor kuliner melalui pendekatan manajemen keuangan berkelanjutan yang terintegrasi dalam empat aspek utama, yaitu akuntansi, desain produk, infrastruktur pasar, dan sumber daya manusia (SDM). Hal ini sebagai upaya menerapkan ekosistem keuangan berkelanjutan secara menyeluruh yang dapat menjamin terpenuhinya aspek Environment Sosial dan Governance (ESG). Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Tolitoli dan melibatkan 24 peserta dari kalangan UMKM kuliner. Metode yang digunakan mencakup pelatihan intensif, pendampingan langsung, dan evaluasi berbasis indikator ketercapaian kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada aspek akuntansi, peserta mampu melakukan pencatatan keuangan secara efisien dengan menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) yang terintegrasi dengan layanan BI. Pada aspek desain produk, peserta mengimplementasikan prinsip keberlanjutan dalam kemasan dan variasi produk. Dari sisi infrastruktur pasar, peserta memanfaatkan teknologi digital melalui pembuatan website promosi yang terintegrasi dengan Gekrafs dan akun media sosial (Instagram dan Facebook), yang kini dimiliki oleh seluruh peserta. Pada aspek SDM, terjadi peningkatan pemahaman mengenai legalitas usaha dimana 19 peserta telah memperoleh dokumen legalitas SPPL, dan 5 peserta lainnya telah mengakses layanan pengurusan izin melalui Dinas terkait. Hasil penilaian tingkat pemahaman dan pengetahuan peserta melalui pretest dan posttest menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan yakni meningkat dari 43,33% menjadi 85,93%. Kegiatan ini secara menyeluruh menunjukkan peningkatan kapasitas dan kemandirian dalam menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan. Aktivitas pemberdayaan berdampak positif bagi ekosistem keuangan berkelanjutan, memberikan keuntungan baik secara operasional maupun penghasilan dan menjamin keberlangsungan geneasi saat ini dan yang akan datang.</p>2025-11-21T05:38:43+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1507PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT PATRANG MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI HOAX BUSTER TOOLS2025-11-24T15:11:53+00:00Ramadhani Annisa Sekar Langitsekarlangit120@gmail.comAgus Suprionoagus_sup.faperta@unej.ac.idJulita Hasanahjulitahasanah@mail.unej.ac.idAinun Faidahainunfaidah@mail.unej.ac.idLuh Putu Suciatisuciati.faperta@unej.ac.idAti Kusmiatiati.faperta@unej.ac.idTitin Agustinaagustina.faperta@unej.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, namun juga meningkatkan risiko penyebaran hoax yang sulit dibedakan dari fakta. Kondisi ini menimbulkan disinformasi dan misinformasi yang berdampak negatif pada kehidupan sosial dan kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilaksanakan program pengabdian di RW 18 Desa Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember melalui pemanfaatan aplikasi hoax Buster Tools (HBT). Kegiatan berlangsung empat minggu meliputi pemaparan materi tentang bahaya hoax, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan pemanfaatan fitur, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengenali hoax, terutama di media sosial WhatsApp. Masyarakat mampu mengoperasikan fitur utama HBT, seperti <em>Anti hoax Search Engine</em>, <em>Check Foto</em>, <em>Cek Video</em>, dan <em>Lapor hoax</em>. Dampaknya terlihat dari meningkatnya kesadaran memvalidasi informasi, berkurangnya hoax di grup WhatsApp, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Program ini membuktikan bahwa literasi digital berbasis aplikasi efektif untuk mencegah penyebaran hoax di tingkat lokal.</p>2025-11-21T05:39:52+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1529IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SMART BOX SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN KEBUDAYAAN DI SDN JUNGANYAR 01, BANGKALAN2025-11-24T15:31:33+00:00Indah Nataliyanatnataliaaaaa@gmail.comPuan Pramesti Sayidina Muktipuanprames49@gmail.comMaudy Fitria Hidayatiaudyfhida@gmail.comAhmad Dani Nur Wahyudidaninurwahyudi0@gmail.comIndah Puspita Sariindahpuspitasari1213@gmail.comChoirul Umam UmamChoirul.umam@trunojoyo.ac.id<p>Arus modernisasi menjadi tantangan serius terhadap pelestarian budaya Nusantara di kalangan generasi muda, dimana metode pembelajaran tradisional sering dianggap monoton dan kurang menarik. Kondisi ini mendesak dilakukannya revitalisasi pembelajaran budaya sejak dini di tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk menanamkan rasa nasionalisme dan mempertahankan identitas bangsa. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan efektivitas media pembelajaran inovatif <em>Smart Box</em> (Kotak Pintar) berbasis <em>Augmented Reality</em> (AR). Program PKM-PM ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan yang sistematis, meliputi koordinasi dengan mitra (guru dan kepala sekolah), perancangan dan pembuatan prototipe media <em>Smart Box</em> yang menampilkan visualisasi budaya 3D, sosialisasi, dan penyampaian materi interaktif. Hasil program ditandai dengan peningkatan hasil kuesioner Sesudah Program jawaban “YA” mencapai angka 37-39 dari 41 responden di setiap pertanyaan. Sedangkan hasil Sebelum Program mayoritas memilih “NETRAL/RAGU-RAGU” pada pertanyaan H (31 siswa), I (30 siswa), F (29 siswa), dan G (27 siswa). Model pembelajaran kombinasi media digital interaktif dan aktivitas terbukti efektif dalam memicu minat belajar dan membentuk sikap positif siswa terhadap warisan budaya Nusantara.</p>2025-11-21T05:40:46+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1516PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SURAT PENGANTAR BERBASIS NOTIFIKASI SEBAGAI UPAYA MODERNISASI PELAYANAN DESA CEPOKO2025-11-24T15:56:53+00:00Muhammad Hisam Aszainihisamaszaini@gmail.comBella Priska Putri Aprilliabellapriskapa344@gmail.comYahya Nour Fauzanyahyan396@gmail.comAisrotul Tyo Nurlisaaisnlisaa@gmail.comIbnu Rosyida Afifibnurosyida2003@gmail.com<p>Pelayanan administrasi di Desa Cepoko masih dilakukan secara manual sehingga proses penerbitan surat berlangsung lambat dan kurang transparan. Program ini mengembangkan SIPANDHA, sebuah sistem informasi surat pengantar berbasis notifikasi untuk mempercepat layanan dan mendukung tata kelola desa digital. Kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pengembangan sistem berbasis web dengan notifikasi WhatsApp, implementasi dan uji coba, pelatihan, serta evaluasi. Pelatihan melibatkan 24 peserta terdiri atas 14 perangkat desa dan 10 warga pengguna awal. Hasil implementasi menunjukkan waktu pelayanan turun dari 2–3 hari menjadi kurang dari satu hari, dengan keberhasilan pengajuan surat mencapai 100% selama uji coba. Survei terhadap 45 responden mencatat peningkatan rata-rata kepuasan dari 62% menjadi 87%, terutama pada aspek kecepatan layanan, kemudahan penggunaan, dan transparansi. Penggunaan sistem juga meningkatkan keterampilan digital perangkat desa dan membantu mengurangi risiko keterlambatan serta kehilangan arsip. Kendala yang ditemui meliputi stabilitas jaringan internet dan adaptasi awal terhadap sistem baru. SIPANDHA terbukti meningkatkan efisiensi layanan dan akuntabilitas administrasi, serta akan diuji coba di desa lain sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat model transformasi digital menuju <em>smart village</em>.</p>2025-11-21T05:41:38+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1519PENINGKATAN PEMANFATAAN HASIL PERIKANAN DESA BONDE MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN PRODUK BERBASIS IKAN: PATTY IKAN CAKALANG2025-11-24T16:01:13+00:00Syahmidarni Al Islamiyahsyahmidarni.alislamiyah@unsulbar.ac.idIndrastuti Indrastutiindrastuti@unsulbar.ac.idSudirman Sudirmansudirman@unsulbar.ac.id<p>Hasil perikanan yang melimpah tetapi ketidakmampuan sumber daya manusia memanfaatkan sumber daya secara optimal karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan mengolah hasil perikanan menyebabkan tidak optimalnya hasil penjualan yang diperoleh bahkan seringkali dibuang karena ikan yang mudah rusak. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan pengolahan produk berbasis ikan. Metode pelatihan model partisipatif dimulai dengan tahap observasi, perancangan program, pelaksanaan (pemaparan materi dan demonstrasi), dan evaluasi. Kegiatan melibatkan ibu rumah tangga, pelaku UMKM, kelompok ibu PKK, ibu nelayan, dan aparat desa Bonde. Kegiatan ini menghasilkan 90% terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan peserta tentang teknik pengolahan dan pengemasan produk <em>fish patty</em> berbahan baku ikan cakalang dan 50% peserta berminat membuat usaha olahan ikan. Diharapkan program ini dilanjutkan oleh pemerintah setempat melalui pendampingan dan bantuan modal terutama bagi peserta yang berminat membuat usaha pengolahan berbasis ikan.</p>2025-11-21T05:44:56+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jag/article/view/1541OPTIMALISASI KETAHANAN PANGAN LOKAL MELALUI SINERGI ANTARA TERNAK DAN TANAMAN PANGAN2025-12-11T05:48:16+00:00Khatifah Khatifahkhatifahunhas@yahoo.comAndi Sukma Indahandisukmaindah@gmail.comSyahmidarni Al Islamiyahsyahmidarni.alislamiyah@unsulbar.ac.idMuhammad Ihsan A. Dagongmuhammadihsandagong@gmail.comIqbal Iqbaliqbal@gmail.comMuh. Fajarmuh.fajar@gmail.comMuh. Alifuddinmuh.alifuddin@gmail.comSiti Auliasitiaulia@gmail.comNurdia Nurdianurdia@gmail.comMuhammad Agylmuhammadagy@gmail.com<p>Sebagian besar masyarakat Kelurahan Pangali-Ali bekerja sebagai peternak kambing dan petani kacang hijau serta jagung, namun limbah yang dihasilkan belum dimanfaatkan sehingga dibuang atau dibakar. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah peternakan menyebabkan pakan ternak tidak optimal dan hasil pertanian menurun keterbatasan pupuk kimia. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik dan pakan fermentasi. Kegiatan meliputi survei, sosialisasi, penyerahan alat dan bahan, pelatihan, dan evaluasi dengan sasaran kelompok ternak Makkayang. Pelatihan mencakup pembuatan pakan pelet, silase, pupuk organik, dan biopestisida. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dari 30% menjadi 70%. Program ini berhasil meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan serta mendukung efisiensi usaha ternak di Kelurahan Pangali-Ali.</p>2025-11-21T05:45:45+00:00##submission.copyrightStatement##