Arahan Pengelolaan Optimasi Faktor Produksi Pada Agribisnis Buah Naga Di Desa Banuroja

  • Dewa Oka Suparwata Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Ramlan Pomolango Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Keywords: Faktor produksi; agribisnis; buah naga; linear programming

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Arahan Pengelolaan Optimasi Faktor Produksi Pada Agribisnis Buah Naga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Bulan April sampai Juli 2019. Penelitian ini didesain dengan metode survei. Populasi petani buah naga di desa banuroja sebanyak 160 orang. Sampel ditentukan sebesar 30% dari populasi, sehingga diperoleh 48 responden. Penentuan sampel dilakukan secara acak sederhana. Untuk optimalisasi faktor produksi optimal maka digunakan analisis Linear Programming (LP), dengan bantuan software Lindo 6.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: optimasi faktor produksi dalam pengelolaan agribisnis buah naga berdasarkan analisis LP yang direkomendasikan ialah lahan 1,12 Ha, bibit 670 batang, pupuk kandang 2756,1 Kg, tenag kerja 16,1 HOK, pestisida 2,66 Liter, POC 2,66 Liter, pupuk urea 81,6 Kg, dan pupuk ponska 133,29 Kg. Hal ini menjadi dasar pertimbangan pada pengelolaan agribisnis buah naga di pekarangan pada masyarakat desa banuroja, sehingga petani dapat mempertimbangkan antara pengeluaran biaya usahatani dengan hasil produksi yang diterimanya.

References

Dwiratna, N. P. S., Widyasanti, A., dan Rahmah, D. M. (2016). Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Menerapkan Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 5(1): 19–22.
Isnanda, A.N., Ani, H.M., dan Suyadi, B. (2017). Pengaruh Biaya Usahatani Buah Naga terhadap Keuntungan Para Petani Buah Naga di Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi. J. Pendidik. Ekon., 11(1): 22–29.
Karmini, dan Aisyah, S. (2008). Optimalisasi Lahan Usahatani Tomat dan Mentimun dengan Kendala Tenaga Kerja (Pendekatan Program Linier). J.EPP, 5(2): 44–50.
Kristriandhiny, O., dan Susanto, S. (2016). Budi Daya Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) di Sleman, Yogyakarta : Panen dan Pasca Panen. Bul. Agrohorti, 4(1): 1–8.
Lais, H., Pengemanan, P. A., dan Jacom, S. G. (2017). Pemanfaatan Pekarangan Keluarga Petani di Desa Para-Lele, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Agri-Sosio Ekonomi Unsrat, 13(3): 373–384.
Nasendi, B. D., dan Anwar, A. (1985). Program Linier dan Variasinya. Jakarta: PT. Gramedia.
Ningsih, K., Felani, H., dan Sakdiyah, H. (2015). Keragaan Usahatani dan Pemasaran Buah Naga Organik. Agriekonomika, 4(2): 168–184.
Santoso, P. (2013). Budidaya buah naga organik di pekarangan, berdasarkan pengalaman petani di kabupaten malang. Iptek Hortikultura, (9), 26–31.
Siswanto. (2007). Operations Research Jilid 1. Bogor: Erlangga.
Suartha, I. D. G. (2009). Studi Kelayakan Agribisnis Buah Naga (Suatu Kajian Kepustakaan). GaneC Swara, 3(2): 6–11.
Suparwata, D. O., dan Djibran, M. M. (2018). Transformasi Pekarangan Bero menjadi Potensial untuk Agribisnis Buah Naga. Laporan Kemajuan Penelitian Dosen Pemula (PDP). Gorontalo.
Supranto, J. (1999). Linear Programming edisi 2. Jakarta: FEUI Press.
Winardi. (2013). Profil pertanian terpadu lahan pekarangan di kota padang: tinjauan budidaya pertanian. Jurnal Online Pertanian Tropik Pasca Sarjana FP USU, 1(1), 21–32.
Yulida, R. (2012). Kontribusi usahatani lahan pekarangan terhadap ekonomi rumah tangga petani di kecamatan kerinci kabupaten Pelalawan. Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE), 3(2), 135–154.
Published
2019-11-30