Analisis faktor Potensi Pengembangan Industri Pengolahan Gula Merah Lontar di Kabupaten Jeneponto

  • Syahmidarni Al Islamiyah Politeknik Gorontalo
Keywords: gula merah lontar, Jeneponto, analisis faktor potensi

Abstract

Industri pengolahan gula merah lontar di Kabupaten Jeneponto adalah usaha pengolahan pangan yang dikelolah oleh masyarakat. Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jeneponto pada tahun 2014 produk gula merah lontar berkisar Rp. 14.442.831 atau mencapai 16,437 ton. Usaha  ini menjadi sumber pendapatan daerah dan Jeneponto menjadi penyuplai gula merah di Sulawesi Selatan. Potensi ini merupakan salah satu faktor kunci pengembangan agroindustri. Pengembangan suatu agroindustri dipengaruhi beberapa faktor. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor potensi yang mempengaruhi pengembangan industri gula merah lontar di Kabupaten Jeneponto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (Eksternal Factor Evaluation), dan Matrik IE (Internal Eksternal). Berdasarkan hasil analisis IFE, kekuatan terbesar adalah ketersediaan bahan baku (0,688) dan kelemahan terkecil adalah teknologi pengolahan yang masih sederhana (0,077). Hasil analisis EFE menunjukkan peluang terbesarnya adalah dukungan pemerintah (0,423) dan ancaman utamanya adalah masih adanya produksi nira menjadi tuak (0,123). Hasil evaluasi matrik IE menunjukkan posisi industri berada di koordinat positif (+2,407 ; +0,1090). Hal ini menggambarkan kondisi lingkungan industri didominasi oleh faktor internal. Titik koordinat positif ini berada pada kuadran I menandakan bahwa situasi industri pengolahan gula merah lontar sangat menguntungkan untuk digunakan dalam pengembangan ke depan.

Kata Kunci : gula merah lontar, Jeneponto, analisis faktor potensi

Published
2020-05-22