Journal Of Agritech Science (JASc) http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc <p>Journal of Agritech Science (JASc) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang rekayasa dan teknologi pengolahan hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Terbit pertama kali pada tahun 2017. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November.</p> en-US jasc@poligon.ac.id (Adnan Engelen) jasc@poligon.ac.id (Adnan Engelen) Sun, 30 May 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capcicum annum L.), PADA BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/730 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil produksi tanaman cabai pada berbagai jenis pupuk kandang dan mengetahui salah satu jenis pupuk kandang dalam peningkatan produksi tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lonuo Kecamatan Tilong Kabila Kabupaten Bone Bolango pada bulan Desember 2016 sampai dengan bulan Maret 2017. Kegiatan ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok. Adapun perlakuan adalah sebagai berikut : P<sub>0 </sub>: Tanpa perlakuan pemupukan, P<sub>1 </sub>: pupuk kandang sapi,&nbsp; P<sub>2 </sub>: pupuk kandang kuda,&nbsp; P<sub>3 </sub>: pupuk kandang ayam. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (<em>Analysis Of Variance</em>) dan untuk menentukan pengaruh perlakuan yang sangat dominan dilakukan analisis uji lanjut BNT. Hasil Kegiatan menunjukan bahwa perlakuan pupuk kandang kuda berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai<strong> (</strong><em>Capcicum annum </em><strong>L.)</strong>.</p> Amirudin Amirudin ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/730 Sun, 13 Jun 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS KANDUNGAN KARBOHIDRAT ( GLUKOSA) PADA SALAK GOLLA – GOLLA Salacca edulis http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/737 <p><em>Salah satu komoditi yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan di Indonesia adalah jenis buah-buahan termasuk buah lokal yang terdapat di Enrekang seperti buah Salak Golla-golla. Namun buah ini memiliki karakteristik cepat membusuk sehingga diperlukan pengolahan menjadi produk olahan yang memiliki daya simpan lebih lama seperti dengan mengolahnya menjadi nata. Prinsip suatu bahan dapat dibuat menjadi nata adalah kandungan karbohidrat yang memadai pada bahan tersebut sehingga sebelum dilakukan pengolahan tentunya perlu dianalisis kandungan glukosa pada buah salak golla-golla. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar karbohidrat (glukosa) yang terdapat pada buah salak Golla-golla sebagai analisis awal untuk bahan baku pembuatan nata. Prosedur&nbsp; pada penelitian ini terdiri atas tiga tahapan utama yaitu penentuan jenis sampel, analisis kualitatif karbohidrat melalui pengujian benedict dan analisis kuantitatif karbohidrat dengan metode DNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis kualitatif dengan uji benedict menunjukkan bahwa teerdapat kandungan glukosa pada buah salak Golla - golla yang ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah bata sedangkan pada analisis kuantitatif dengan metode DNS diperoleh bahwa kadar karbohidrat (glukosa) yang terdapat pada&nbsp; buah salak Golla - golla sebesar 2,11 % sehingga&nbsp; dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nata dengan melakukan penambahan glukosa berdasarkan kadar karbohidrat (glukosa) awal yang terkandung pada buah tersebut.</em></p> firman santhy galung ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/737 Sun, 13 Jun 2021 13:47:57 +0000 Karakter Kimiawi Tempe Jagung Pulut Dengan Waktu Fermentasi Berbeda http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/740 <p>Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakter kimiawi tempe jagung pulut yang dihasilkan dengan proses waktu fermentasi yang berbeda-beda. Uji yang dilakukan adalah kadar air, kadar abu, dan pH.&nbsp; Penelitian ini menggunakan beberapa perlakuan waktu fermentasi yaitu A1= 42 jam, A2 = 45 jam, dan A3 = 48 jam. &nbsp;Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 42 jam dengan nilai 65,57%,&nbsp; nilai kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 42 jam dengan nilai 0,48%, nilai derajat keasaman (pH) terendah terdapat pada perlakuan fermentasi 48 jam sebesar 5,2</p> Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan, Salma S Husain, Rosdiani Azis ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/740 Sun, 13 Jun 2021 13:51:27 +0000 Uji Organoleptik Susu Jagung (Zea mays saccharata) Dengan Penambahan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val) http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/729 <p>Jagung manis (<em>Zea mays saccharata</em>) mengandung karbohidrat, protein dan vitamin yang tinggi serta kandungan lemak yang rendah. Sehingga cocok dipadukan dengan kunyit, untuk dijadikan produk susu jagung.Kunyit (<em>Curcuma Demestica Val</em>). Merupakan tanaman multiguna diantaranya dimanfaatkan sebagai obat anti bakteri, antioksidan, anti inflamasi, anti kanker, anti hepatitis, anti kejang, anti racun ular, rempah, dan bahan pewarna alami.Penelitian ini bertujuan&nbsp; untuk mengetahui uji organoleptik susu jagung (<em>Zea mays sacchaate</em>) dengan penambahan ekstrak kunyit (<em>Curcuma domestica Val</em>) Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan.Hasil Penelitian adalah penambahan ekstrak kunyit (10 ml 20 ml dan 30 ml). Parameter yang diamati meliputi Uji Organoleptik, (warna, rasa, aroma). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak kunyit berpengaruh sangat nyata pada warna, rasa, dan aroma. Penambahan ekstrak kunyit 20 ml merupakan perlakuan terbaik yaitu dengan nilai warna 5,26 (suka), aroma 4,68 (suka) rasa 5.1 (sangat suka).</p> Nurhafnita Nurhafnita ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/729 Sun, 13 Jun 2021 13:56:06 +0000 KUALITAS TELUR AYAM HASIL PERENDAMAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI(Psidium Guajava L) http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/738 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam hasil perendaman ekstrak daun jambu biji(<em>Psidium guajava</em>).&nbsp; Teknik pengawetan dengan perendaman dalam larutan pengawet ekstrak daun jambu biji yang mengandung tanin telah banyak dilakukan. Kandungan kimia daun jambu biji berupa tanin dapat mengawetkan telur ayam ras (Fadlillah <em>et al</em>., 2010). Pada daun jambu biji terdapat senyawa tanin antara 3,25-8,98%. Tanin yang bersifat menyamak kulit telur dapat memperpanjang umur simpan telur. Tanin akan menyebabkan protein dipermukaan kulit telur menggumpal dan menutupi pori-pori, mencegah terjadinya penguapan, mencegah hilangnya CO<sub>2</sub>, dan mencegah masuknya mikroorganisme sehingga telur menjadi lebih awet (Kamilah <em>et al</em>., 2010). Model eksprerimen yang digunakan adalah rancangan acak lengkap empat perlakuan.&nbsp; Perlakuan terdiri atas empat jeniskombinasi jumlah air dan ekstrak daun jambu biji yang digunakan sebagai berikut:R0 = Air 2000 mL; R1 = Air 2000 mLdan ekstrak&nbsp; daun jambu biji 300 mL; R2 = Air 2000 mLdan ekstrak&nbsp; daun jambu biji 600 mL;&nbsp; R3 =&nbsp; Air 2000 mLdan ekstrak&nbsp; daun jambu biji 900 mL. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, pH dan TPC.Perlakuan terbaik adalah R<sub>3</sub>pada kombinasi air 2000 mL dan ekstrak daun jambu biji 900 mL.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><em>Kata kunci : </em><em>kualitas, t</em><em>elur </em><em>a</em><em>yam, </em><em>d</em><em>an </em><em>ekstrak d</em><em>aun </em><em>j</em><em>ambu</em><em>.</em></p> Syaiful Umela, Nurhafnita Nurhafnita ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/738 Sun, 13 Jun 2021 14:01:13 +0000 TINGKAT PENERIMAAN ORGANOLEPTIK DAN DAYA MEKAR KERUPUK JAMUR TIRAM PUTIH DENGAN PENAMBAHAN TEMPE http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/739 <p>Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat penerimaan secara organoleptic dan daya mekar kerupuk jamur tiram putih dengan penambahan tempe. Uji yang dilakukan adalah uji organoleptic meliputi rasa, aroma, tekstur dengan menggunakan metode hedonic dan uji daya mekar. &nbsp;&nbsp;Penelitian ini menggunakan beberapa perlakuan kombinasi jamur tiram putih dan tempe yaitu K1 =&nbsp; 75% jamur tiram putih + 25% tempe , K2 = &nbsp;50% jamur tiram putih + 50% tempe,&nbsp; K3 = &nbsp;25% jamur tiram putih + 75% tempe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahwa perlakuan K1 merupakan komposisi terbaik dengan penilaian organoleptic secara keseluruhan berkisar antara 4,32 – 5,24 atau dalam taraf netral sampai suka dan tingkat kemekaran 116,27%</p> Sri Fransiska Abdul, Satria Wati Pade ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jasc/article/view/739 Sun, 13 Jun 2021 14:04:58 +0000