JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo)
http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jtpg
<p data-start="163" data-end="552">JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Agricultural Machinery and Equipment, Politeknik Gorontalo, Indonesia. The journal serves as a platform for disseminating high-quality original research and scholarly studies that contribute to the advancement of agricultural engineering and agricultural technology.</p> <p data-start="554" data-end="930">JTPG focuses on research related to the design, development, optimization, and application of agricultural machinery and equipment, as well as innovative technologies supporting sustainable and efficient agricultural systems. The journal welcomes interdisciplinary studies that integrate engineering principles, technological innovation, and applied agricultural sciences.</p> <p data-start="932" data-end="1015">JTPG is published biannually, with issues released in <strong data-start="990" data-end="997">May</strong> and <strong data-start="1002" data-end="1014">November</strong>.</p> <p> </p>PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIANen-USJTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo)2502-485XPengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor pada Pembuatan Dimsum sebagai Sumber Gizi
http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jtpg/article/view/1503
<p>Moringa plants have high nutritional content, especially in the leaves, so they have benefits for human health. Various innovations in food processing technology utilize moringa not only as a vegetable but can be processed into various forms of processed food, one of which is dimsum. Dimsum based on moringa leaf flour is a new food product where moringa leaves have a role as fortification to fulfill nutrition in food. Based on the description, this study was conducted to determine the effect of moringa leaf flour substitution (5%, 10%, 15%) on the quality and sensory properties of dim sum. This study used a research design model used was an experimental with a completely randomized design (CRD) of one factor, namely the formulation of moringa leaf flour with 3 replications. The treatment in this study was the substitution of moringa leaf flour and tapioca flour with a formulation of 5%:95% (D132), 10%:90% (D231), and 15:85% (D213). The analysis included organoleptic testing with hedonic tests by 20 untrained panelists and proximate testing. The best sensory test results for 5% moringa leaf flour substitution had a significant effect on the sensory evaluation assessment of appearance 3,73 , flavor 3,45 , aroma 3,68 and texture 3,65. The proximate test results for 5% moringa leaf flour substitution obtained a protein value of 12.69%, fat 1.32%, ash content 1.2%, moisture content 66,11% and carbohydrate 18.68%</p>Hesti YuliantiFachri Ibrahim NasutionArief Fazlul RahmanReiza Mutia ARWimpy PrendikaIffadhiya Fathin Adiba
##submission.copyrightStatement##
2025-11-252025-11-25102344010.30869/jtpg.v10i2.1503Sistem Fertigasi Otomatis Nirdaya Berbasis Desain Lingko untuk Budidaya Kangkung Darat (Ipomoea reptans)
http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jtpg/article/view/1539
<p>Pertanian Indonesia menghadapi tantangan berupa keterbatasan air, perubahan iklim, dan tuntutan peningkatan efisiensi produksi. Teknologi fertigasi menjadi salah satu solusi yang mampu meningkatkan pemanfaatan air dan nutrisi secara presisi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi kinerja sistem fertigasi otomatis nirdaya berbasis desain lingko yang memanfaatkan gaya gravitasi tanpa kebutuhan energi listrik. Sistem dirancang menggunakan drum penampung berkapasitas 80 L, pipa PVC berbagai ukuran, serta mekanisme pengontrol ketinggian air otomatis. Tanaman uji adalah kangkung darat (Ipomoea reptans), dengan parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, panjang batang, panjang helai daun, dan jumlah daun selama periode 32 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain fertigasi nirdaya berbentuk lingko mampu mendistribusikan air dan nutrisi secara relatif merata ke seluruh ring. Rata-rata tinggi tanaman berada pada kisaran 17,9-18,1 cm, panjang batang 12,5-12,8 cm, panjang helai daun 6,5-6,8 cm, serta jumlah daun 9-11 helai. Ring 1 menunjukkan keunggulan pada pembentukan daun, Ring 2 pada pemanjangan batang, sementara Ring 3 memberikan pertumbuhan yang stabil. Variasi antar ring dipengaruhi oleh jarak distribusi, perbedaan tekanan aliran, serta faktor lingkungan seperti intensitas cahaya dan kondisi media tanam. Temuan ini membuktikan bahwa sistem fertigasi otomatis nirdaya berbasis desain lingko efektif, hemat energi, dan berpotensi menjadi teknologi tepat guna untuk pertanian berkelanjutan, khususnya pada daerah dengan keterbatasan akses energi listrik. Pengembangan skala lebih luas dan pengujian pada komoditas lain direkomendasikan untuk meningkatkan potensi penerapannya dalam sistem budidaya modern.</p>Rizan AbasMustofa MustofaHariadi HariadiSyamsu Akuba
##submission.copyrightStatement##
2026-01-052026-01-05102414910.30869/jtpg.v10i2.1539Rancang Bangun Fermentor Berbahan Akrilik dengan Pompa Peristaltik sebagai Sistem Sirkulasi pada Produksi Bioetanol dari Molases
http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jtpg/article/view/1583
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan menguji kinerja fermentor berbahan akrilik yang diintegrasikan dengan sistem sirkulasi pompa peristaltik untuk produksi bioetanol dari molase. Fermentor berkapasitas 7 liter dirancang menggunakan material akrilik yang transparan dan mudah difabrikasi. Sistem sirkulasi pompa peristaltik diterapkan untuk menjaga homogenitas substrat, distribusi nutrisi, dan stabilitas suhu selama proses fermentasi berlangsung. Penelitian dilakukan dengan membandingkan dua kondisi operasi, yaitu fermentasi menggunakan sirkulasi dan tanpa sirkulasi, dengan memanfaatkan ragi Saccharomyces cerevisiae. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, penurunan nilai Brix (kadar gula), dan densitas selama fermenasi 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sirkulasi berhasil mempertahankan suhu yang lebih stabil pada kisaran 30–31°C serta pH yang konstan. Fermentasi dengan sirkulasi juga mempercepat fase eksponensial pertumbuhan ragi, meskipun durasinya lebih singkat akibat konsumsi gula yang lebih cepat. Penurunan nilai Brix pada sistem bersirkulasi lebih signifikan, yang mengindikasikan efisiensi konversi substrat yang lebih baik. Disimpulkan bahwa fermentor akrilik dengan sistem sirkulasi pompa peristaltik efektif dalam meningkatkan homogenitas dan stabilitas kondisi fermentasi. Untuk pengembangan selanjutnya, diperlukan penambahan sistem kontrol otomatis dan optimasi kecepatan sirkulasi guna memaksimalkan produktivitas bioethanol.</p>Kerisna Darmawan SyahputraFarhan Johansyah PutraDesniorita DesnioritaRosalina RosalinaRiski Gunawan Nasution
##submission.copyrightStatement##
2026-01-082026-01-08102505810.30869/jtpg.v10i2.1583