PENGARUH INTENSITAS PENERANGAN TERHADAP KELELAHAN MATA PADA PENGRAJIN KARAWO DI KABUPATEN GORONTALO

  • Lanto Mohamad Kamil Amali Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo
Keywords: Pengrajin Karawo, Intensitas Penerangan

Abstract

Kerajinan Karawo adalah salah satu jenis kerajinan rakyat yang bergerak di bidang sulaman sedang berkembang di Provinsi GorontaloPada dasarnya dalam rangka pengembangan usaha industri karawo supaya produksi meningkat, harus ditunjang oleh lingkungan kerja yang aman dan nyaman sehingga performasi kerja dari pekerja akan meningkat dan berpengaruh pada produktivitas kerja. Penerangan yang cukup dan diatur dengan baik akan membantu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan. Adapun penerangan yang tidak didesain dengan baik akan menimbulkan gangguan atau kelelahan selama bekerja misalnya saja kelelahan mata sehingga berkurangnya daya dan efisiensi kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penerangan terhadap kelelahan mata pada pengrajin karawo di Kabupaten Gorontalo. Penelitian dirancang melalui tahapan observasi dan studi referensi mengenai sistem penerangan industri pengrajin karawo, penelitian pada responden, menilai tingkat akurasi kelelahan mata responden dengan menggunakan alat pengukur flicker fussion, kartu Snellen dan angket. Hasil penelitian menunjukkan intensitas ruang kerja pengrajin karawo minimum adalah 30 lux dan maximum 400 lux dengan rata-rata intensitas penerangan sebesar 149,01 lux. Sebelum bekerja seluruh pengrajin karawo nampak tidak menimbulkan gejala yang dirasakan akibat kelelahan mata, namun setelah bekerja ditemukan seluruh (100%) pengrajin karawo merasakan sakit kepala,iritasi mata, penglihatan ganda dan terasa sakit di sekitar mata. Sebanyak 26% pengrajin yang bekerja kurang dari 2 minggu mengalami kelelahan akut dan 45% pekerja yang bekerja lebih dari 2 minggu mengalami kelelahan mata kronis. Adanya kontak antara mata dengan obyek kerja yang berukuran kecil dan halus secara terus menerus mengakibatkan rasa sakit mata bagi pengrajin karawo.

Published
2019-12-20