SIMULASI BENDUNGAN CIAWI DAN SUKAMAHI SEBAGAI PENGENDALI BANJIR DAS CILIWUNG HULU

  • Astrina Nur Inayah Prodi Ilmu Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Fakultas Pertanian, IPB University
  • Yayat Hidayat Prodi Ilmu Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Fakultas Pertanian, IPB University
  • Suria Darma Tarigan Ilmu Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Fakultas Pertanian, IPB University
Keywords: Banjir, bendungan, Model HEC-GeoHMS

Abstract

Bendungan merupakan bangunan penahan air buatan, jenis urugan, atau jenis lainnya yang menampung air termasuk pondasi, tebing tumpuan, serta bangunan pelengkap. Kolam bendungan akan menyimpan air di musim hujan kemudian dimanfaatkan oleh suatu daerah selama musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan penduduk, pertanian, dan industri. Salah satu tipe bendungan berdasarkan fungsinya yaitu bendungan pengendali banjir yang dibangun untuk memperlambat atau menyimpan sementara aliran banjir dan mengurangi terjadinya banjir besar. Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia yang mengalami kerusakan yaitu DAS Ciliwung Hulu. Salah satu permasalahan yang terjadi pada DAS tersebut yaitu terjadinya peningkatan volume aliran permukaan. Permasalahan tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan permodelan hidrologi yaitu HEC-GeoHMS yang dpaat mensimulasikan aliran permukaan sebagai respon hujan dan menganalisis kapasitas bendungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini dapat menurunkan aliran permukaan dengen melihat nilai kalibrasi data sebesar R2 dari 0.69 sampai 0.87 dan nilai NSE sebesar 0.46 sampai 0.8. Simulasi penerapan Bendungan Ciawi dan Sukamahi efektif dapat menurunkan debit puncak aliran.

Published
2019-12-23