STUDI EKSPERIMEN OPTIMALISASI PERPINDAHAN PANAS PADA PENGERING JAGUNG TIPE ERK HYBRID DENGAN TIGA CEROBONG PENGHAWAAN

  • Yunita Djamalu Politeknik Gorontalo
Keywords: Jagung, Pengering, Cerobong, Kadar Air, Laju penguapan

Abstract

Pengeringan dengan alat pengering efek rumah kaca dengan dua cerobong masih memiki kelemahan pada proses pengeringan diantaranya waktu pengeringan yang lama yakni dengan 5 kg jagung masih membutuhkan waktu 9 jam pengeringan dengan cuaca panas yang baik. Untuk itu perlu adanya modifikasi alat pengering efek rumah kaca dengan variasi penambahan cerobong penghawaan untuk menganalisa laju pengeringan yang lebih optimal. Dimensi dari pengering ini adalah panjang 1 m, lebar 0,8 m, tinggi 0,6 m, tebal kaca 5 mm, tebal plat alumunium 3 mm, sudut kemiringan atap 60 dan cerobong berdiameter 100 mm dengan tinggi 300 mm yang terbuat dari bahan pipa pvc dengan 3 buah cerobong penghawaan dan penambahan batu dibagian bawah alat sebagai solusi untukmenyimpan panas dan mempercepat laju pengeringan. Pada pengujian sebelumnya variasi terbaik adalah pada variasi 6 dengan bak pengering alumunium dan bukaan 100 % pada cerobong 2 untuk itu pada penelitian ini ditambahkan cerobong 3 untuk menambah variasi pengeringan bertujuan untuk mempercepat laju penguapan dan mengoptimalkan hasil pengeringan jagung. Hasil pengukuran panas terbaik adalah pada hari pertama penelitian yakni pukul 13.00 panas pada ruang ERK dengan 3 cerobong penghawaan adalah 51ºc suhu pada batu penyimpan panas pukul 17.00 wita yakni 38ºc, massa jagung setelah pengeringan 2,89 kg dan kadar air jagung setelah pengeringan 11,3% pada pukul 17.00 wita, efisiensi pengeringan 22 % dan efisiensi alat pengering 31 %. sedangkan panas yang tersimpan sampai pukul 19.00 wita adalah 34ºc.

Published
2021-01-22