DESAIN ALAT PELUBANG TANAH BIBIT KAKAO (Theobroma Cacao L)

Main Article Content

Erik Sawaludi Marwan
Iqrima Staddal
Siradjuddin Haluti

Abstract

Kakao merupakan tumbuhan dengan ketinggian 10 m, namun dalam pembudidayaan tingginya dibuat
tidak lebih dari 5 m dengan tajuk menyamping yang meluas. Buah kakao tumbuh dari bunga yang
diserbuki. Ukuran buah kakao jauh lebih besar dari bunganya dan berbentuk bulat hingga memanjang.
Warna buah akan berubah seiring tingkat kematangan buah. Sewaktu muda buah berwarna hijau
hingga ungu. Kulit luar buah ketika sudah masak biasanya berwarna kuning. Pada umumnya petani
membudidayakan tanaman kakao itu dengan cara melakukan pembibitan dalam suatu wadah (polybag)
dengan selang waktu 2-3 minggu, setelah selesai pembibitan dalam wadah kemudian dipindahkan
kesuatu lahan yang telah disiapkan. Biasanya dalam proses pemindahan bibit ini petani menggunakan
alat tradisional yang manual dan membutuhkan waktu serta tenaga yang banyak dalam proses
pembuatan lubang tanam yang akan ditanami bibit kakao. Dibutuhkan alat teknologi tepat guna yang
lebih efisien dalam pembuatan lubang, sehingga proses lebih muda, hemat tenaga dan lebih cepat
seperti alat pelubang tanam bibit kakao. Kapasitas dari alat pelubang tanam bibit kakao ini sebesar 57
kg/jam

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Marwan, E., Staddal, I., & Haluti, S. (2018). DESAIN ALAT PELUBANG TANAH BIBIT KAKAO (Theobroma Cacao L). JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo), 2(2). Retrieved from http://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jtpg/article/view/123
Section
Articles