Konstruksi Tungku Pengering Gabah Alternatif Berbahan Bakar Biomassa

Main Article Content

Abdul Rajak Pakaya

Abstract

Pengeringan merupakan salah satu proses penting dalam pasca panen hasil pertanian. Diantara tujuannya adalah untuk menghilangkan air, mencegah fermentasi atau pertumbuhan jamur dan memperlambat perubahan kimia pada makanan. Selama pengeringan dua proses terjadi secara simultan yaitu perpindahan panas ke produk dari sumber pemanas dan perpindahan massa uap airdari bagian dlam produk ke permukaan dan dari permukaan ke udara sekitar. Tujuan penelitian ini adalah membuat konsep desain konstuksi tungku pengering alternatif berbahan bakar biomassa, menganalisis prinsip kerja pengering alternatif, dan menganalisis proses kerja tungku pengering alternatif dan komponen-komponen bagian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ruang pembakaran dapat dirancang berbentuk balok dengan dimensi 50x50x60 cm. Adapun corong output memiliki dimensi 60x30x20 cm dengan menggunakan material plat baja 4mm. Konstruksi seperti ini dapat mencegah kerusakan material dalam kurun waktu yang lama. Kerusakan ini dapat terjadi karena pegaruh suhu di mana salah satu bagian dari tungku pembakaran merupakan saluran uap panas.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Pakaya, A. (2021). Konstruksi Tungku Pengering Gabah Alternatif Berbahan Bakar Biomassa. Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG), 6(1), 19-24. https://doi.org/10.30869/jtpg.v6i1.743
Section
Articles

References

Church, A.H, 1986, “Pompa dan Blower Sentrifugal”, Jakarta: Erlangga.
Damayanti, R., Santoso, P., & Subhiyah, H., 2019, Analisis Perhitungan Cerobong Asap pada AEET 10 MEV dengan Kondisi tanpa Sistem Ventilasi, PRIMA, Vol. 16, No. 1., hal 11-16.
Hasbi, 2012, Perbaikan Teknologi Pascapanen Padi di Lahan Suboptimal. Jurnal Lahan Suboptimal, 1(2), hal. 186-196.
Iswari, K., & D. Sastrodipuro., 1996, Pengaruh Penundaan Perontokan terhadap Sifat dan Mutu Beras. Jurnal Penelitian Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, 15(3):186-193.
Iswari, K., 2011, Survei Mutu Beras di Sumatera Barat. Kerja Sama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.
Iswari, K., 2012, Kesiapan Teknologi Panen dan Pascapanen Padi dalam Menekan Kehilangan Hasil da Meningkatkan Mutu Beras, Jurnal Litbang Pertanian, 31(2), hal. 58-67.
Nelwan L.O., A.H. Tambunan, A. Suwono., 2007, Energy Consumption of Solar-Assisted Dryer with Rotating Rack For Cocoa Beans. Di dalam: Abdullah K, editor. Teknologi Berbasis Sumber Terbarukan untuk Pertanian. Bogor: CREATA LPPM Institut Pertanian Bogor.
Noble, P., & Andrizal., 2003, Teknologi Pengolahan Padi, Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran hasil Pertanian Departemen Pertanian, Jakarta.
Nugraha, S., A. Setyono, & D.S. Damardjati., 1990, Pengaruh Keterlambatan Perontokan Padi terhadap Kehilangan dan Mutu. Kompilasi Hasil Penelitian 1988/1989, Pascapanen. Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukamandi.
Rachmat, R., S. Lubis, S. Nugraha, dan R. Thahir., 2002, Teknologi Penanganan Gabah Basah dengan Model Pengeringan dan Penyimpanan Terpadu. Majalah Pangan Media Komunikasi dan Informasi, XI(39): 57-63.
Suhanan, Sutrisno, & Santoso, U., 2005, Sistem Pengeringan Gabah Kontak Langsung Dengan Efek Tarikan Cerobong Berbahan Bakar Limbah Sekam”, PROSIDING Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin IV Universitas Udayana Bali.