PEMBERDAYAAN WANITA TANI : PENGOLAHAN MINUMAN HERBAL TRADISIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI GUWOSARI, BANTUL
Abstract
Artikel ini membahas pentingnya pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Guwosari, Bantul, melalui pengolahan minuman herbal tradisional berbasis kearifan lokal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengolah empon-empon menjadi produk minuman tradisional herbal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi di pasar. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 100 orang anggota KWT di Guwosari, Bantul. Dengan mengembangkan keterampilan ini, diharapkan para wanita tani dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh leluhur mereka. Melalui pelatihan yang intensif, peserta belajar cara mengolah bahan-bahan alami menjadi produk yang bernilai ekonomis dan memiliki potensi untuk berniaga. Hasil dari program ini terlihat dari respon peserta yang positif dan merasa bahwa bahwa materi yang dibahas sangat relevan dengan kebutuhan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan keterampilan atau pengetahuan.
References
Achmad, W. K. S. (2021). Transformasi nilai kearifan lokal berbasis teknologi. Prosiding Universitas Kristen Indonesia Toraja, 1(1), 8-16. Retrieved from https://journals.ukitoraja.ac.id/index.php/PROSDING/article/view/1537
Jamalie, Z. (2014). Akulturasi dan kearifan lokal dalam tradisi baayun maulid pada masyarakat Banjar. el Harakah: Jurnal Budaya Islam, 16(2), 234-254. https://doi.org/10.18860/el.v16i2.2778
Mulyanti, D. (2022). Kearifan Lokal Masyarakat Terhadap Sumber Mata Air Sebagai Upaya Konservasi Dan Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan. Bina Hukum Lingkungan, 6(3), 410-424. Retrieved from http://bhl-jurnal.or.id/index.php/bhl/article/view/224
Muazimah, A., & Wahyuni, I. W. (2020). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal melalui permainan tradisional tarik upih dalam meningkatkan motorik kasar anak. Generasi Emas, 3(1), 70-76. https://doi.org/10.25299/jge.2020.vol3(1).5505
Muzakkir, M. (2021). Pendekatan Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal. JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian, 2(2), 28-39. https://doi.org/10.56806/jh.v2i2.16
Puspitasari, R., & Resmalasari, S. (2023). Penguatan literasi digital berbasis kearifan lokal. JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia), 10(2), 129-144. https://doi.org/10.21831/jipsindo.v10i2.64328
Sarumaha, M., Telaumbanua, K., & Harefa, D. (2024). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Nias Selatan: Membangun Identitas Budaya pada Generasi Muda. Jurnal Education and Development, 12(3), 663-668. https://doi.org/10.37081/ed.v12i3.6585
Suratmi, N. (2022). Multikultural: Karya Pelestarian Kearifan Lokal Kesenian Barongsai-Lion. Media Nusa Creative (MNC Publishing).
Susilowati, Y., Putriana, N.A., Zakariya, S. A. (2022). Review: Ramuan Herbal Indonesia sebagai Peningkat Daya Tahan Tubuh. Jurnal Jamu Indonesia (2022) 7(1), 31-49. https://doi.org/10.29244/jji.v7i1.253
Yuniarti, N. F., & Sirozi, M. (2024). Perencanaan Berbasis Kearifan Lokal untuk Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam. Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 5(3), 336-341. https://doi.org/10.54371/ainj.v5i3.568


