PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK UNTUK MENUNJANG MEBEL ANTI RAYAP, JAMUR, DAN BAKTERI DI DESA BLADO KULON KECAMATAN TEGAL SIWALAN KABUPATEN PROBOLINGGO

  • Imam Marzuki
  • Misdiyanto M Universitas Panca Marga
  • Hermanto H Universitas Panca Marga

Abstract

Banyaknya sampah yang berserakan telah menjadi ide dasar dalam pengabdian ini. Secara terminologi sampah tersebut dibagi menjadi sampah organik maupun sampah anorganik. Sampah dapat menyebabkan berbagai macam masalah, diantaranya menyebabkan lingkungan menjadi kotor, menyebabkan bencana banjir apabila menyumbat aliran sungai, bahkan bisa mencemari lingkungan dengan bau yang ditimbulkan. Oleh karena itu, muncullah gagasan untuk mengorganisir sampah hasil pembuangan rumah tangga, toko, maupun industri. Mengorganisir sampah organik amatlah mudah karena sifatnya yang mudah terurai. Namun, hal tersebut tidak berlaku dengan sampah anorganik. Sampah anorganik tidak bisa diuraikan, oleh karena itu diperlukan teknik khusus untuk menanganinya.

Tempat tinggal mitra dalam pengabdian ini adalah di desa Blado Kulon kecamatan Tegal Siwalan kabupaten Probolinggo. Mitra sehari-hari membuka usaha mebel yang bahan dasarnya dari kayu. Namun pengusaha merasa kesulitan menemukan ciri khas dari mebel buatannya yang membedakan dari mebel-mebel lainnya. Disisi lain pengusaha juga tidak mampu memasarkan produknya secara optimal. Hal ini dikarenakan selain tidak memiliki ciri khas, koneksi dengan orang banyak juga tidak dimiliki pengusaha dalam memasarkan produknya.

Berkaca terhadap permasalahan yang dihadapi mitra dan demi menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah khususnya sampah anorganik, maka pengabdian ini di fokuskan pada pemanfaatan sampah anorganik untuk menunjang usaha mebel anti rayap, bakteri dan jamur. Teknik yang dilakukan adalah mengumpulkan sampah anorganik, mengeringkannya dan kemudian membakarnya di tungku pembakaran yang telah disiapkan. Selanjutnya asap hasil pembakaran disimpan dengan alat penyimpan asap untuk kemudian asap di berikan kepada kayu bahan pembuat mebel. Teknik ini menurut beberapa penelitian dapat membuat mebel tahan rayap, bakteri, dan jamur. Setelah produk dihasilkan maka pengusaha dibantu dengan teknik pemasaran online (e-commerce). Hal ini bertujuan agar mempermudah pengusaha memasarkan produknya dalam jangkauan yang luas.

Published
2019-11-29