Selai Salak Dengan Konsentrasi Sukrosa Yang Berbeda

  • Nurhafnita Nurhafnita Politeknik Gorontalo
Keywords: Buah Salak, Selai, konsentrasi sukrosa

Abstract

 

ABSTRAK

 

Salak merupakan pangan yang mudah mengalami kerusakan (perishable) baik secara mekanis, fisik, fisiologis, maupun mikrobiologis. Akibatnya salak tidak bisa disimpan dalam waktu yang panjang sebagai buah yang segar. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan cara pengolahan salak menjadi selai salak. Selai merupakan produk awetan yang dibuat dengan memasak hancuran buah yang dicampur gula dengan atau tanpa penambahan air. Selai beraneka rasa bisa kita dapatkan dengan mudah dipasaran. Selai adalah produk makanan yang kental atau setengah padat dibuat dari campuran 45 bagian berat buah (cacah buah) dan 55 bagian berat gula. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yaitu perlakuan A= salak 375 gr + sukrosa 125gr, perlakuan B= salak 250 gr + Sukrosa 250 gr, perlakuan C= salak 125 gr + Sukrosa 375 gr masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati meliputi : kadar gula, kadar air, kadar pH,. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar gula  35,87%-63,67%, kadar air 11,04%-38,99%, kadar pH 3,92-4,10

 

Kata kunci : Buah Salak, Selai, konsentrasi sukrosa

 

 

 

ABSTRACT

 

Salak is a perishable food that is mechanical, physical, physiological and microbiological. As a result, salak cannot be stored for a long time as a fresh fruit. To overcome this problem, a method for processing salak into salak jam is needed.Jam is a preserved product made by cooking crushed fruit mixed with sugar with or without the addition of water. Various flavored jams we can get easily on the market. Jam is a food product that is thick or half solid made from a mixture of 45 parts by weight of fruit (pieces of fruit) and 55 parts by weight of sugar.

This study uses a completely randomized design method that is treatment A = salak 375 gr + sucrose 125gr, treatment B = bark 250 gr + Sucrose 250 gr, treatment C = salak 125 gr + Sucrose 375 gr each treatment repeated three times. The variables observed included: sugar content, water content, pH level. The results showed an average sugar content of 35.87% -63.67%, water content of 11.04% -38.99%, pH level of 3.92-4.10

 

Keywords: Salak fruit, jam, sucrose concentration

 

 

 

 

References

Buckle, K. A., G. H. Fleet dan M. Wooton. 1987. Ilmu Pangan. Terjemahan Hari Purnomo dan Adiono. UI Press. Jakarta.

Desrosier, NW. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. (M Muljohardjo, penerjemah). Jakarta : UI Pres Gaman, P.M dan K.B Sherrington. 1994. Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi dan Mikrobiologi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Fachruddin, 1997. Membuat Aneka Selai. Teknologi Tepat Guna. Kanisius. Yogyakarta.

Sabari, S. 1986. Perkembangan fisik dan kimiawi salak Pondoh. Buletin penelitian Hortikultura XIII, 2, 54-63.
SNI. 1995. selai Buah. Departemen Perindustrian. SNI 01-3746-1995. Bahan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Sudarmadji, S., (1989). Analisis Bahan Makanan dan Pertanian, Liberty. Yogyakarata.
Published
2019-06-20